Search

Inisial – A

Pelampiasan rindu yang sesak dalam abjad

Lihat saja. 

Bukankah lebih baik. 

Bukankah lebih asik. 

Melihat sesuatu yang tidak akan terlihat. 

Ingat saja. “KATANYA TIDAK BAIK MEMBELAKANGI”

Ingat dan selami seperti apa raut wajahku yang hilang kemarin. 

Ingat dan dalami ingatan, seperti apa wajah rindu yang tak kau lihat kemarin. 
-Rasa yang terbelakang-

Semua tak bisa diungkapkan. 

Semua tak bisa dilupakan. 

Yakinkan saja aku lewat kabarmu bahwa menungguku tidak membosankan.

Waktu itu,selepas peribadahan hari itu. 

Tuhan sudah memberi hari yang bagus untuk aku ungkapkan. Dengan waktu yang kupikir singkat dan terburu-buru. 

Tuhan sudah meyakinkan aku menunggu kabarmu. Sisanya ada padamu. Perihal hati aku tak mampu menyentuhnya,sebab jawabmu masih terdiam membisu.

 -pada siapa-

Inisial13.wordpress.com

Tiba-tiba saja datang. 

Mengungkap ingin membungkam. Setelah hilang diantara antah berantah aku hilang arah. 

Kau datang diwaktu yang memang salah dan kaupun hilang demikian. 

Disaat ku tersungkur butuh seseorang,aku hanya tinggal merenungi entah kesalahan apa yang kubuat. Kau salah telah hilang, kau salah telah datang dan rasaku benar tapi itu kemarin, pada waktu-waktu yang tak kau hargai,yang tak kau terima keberadaannya bahwa aku, aku sekali lagi aku. Aku ada dan kau kemana ?… 

Kau adalah masa lalu bagi seseorang yang pernah dekat denganmu,aku adalah masa lalu yang pernah kau dekati dan sekilas mengucap rindu pada aksara digital kemarin. 

Aku benci spesies sepertimu. Seperti aku barang murah yang gampang kau bayar dengan kalimat rindu. Rinduku kemarin kau kemanakan ?… 

Kecewaku mungkin akan mahal jika diuangkan, dan kubeli berapa banyak rindu yang kuperlukan dari perempuan-perempuan seperti dirimu yang menganggap rindu hanya bualan mulut lelaki saja. Aku memang tidak banyak berjuang untukmu tak seperti aku berjuang pada jarak, sepanjang 186km dan menunggu 57 hari hingga pudar,semuanya membuatku tersungkur lagi dan lagi saat mengingatnya. Karena ucap rindumu membuat kecewa-kecewa kemarin berani muncul mengganggu ingatan. Tolong menjauhlah wahai sang penebar skenario masa lalu,sebab aku sedang berjuang melupa dan menghapus. Berjuang itu susah, sangat susah. Jangan muncul & mengganggu yang telah kuupayakan ada. Karena keadaan sulit untuk diadakan. 

-sontak berontak untuk rindu yang kotak-

Inisial13.wordpress.com 

Peristiwa Rindu Mencengangkan kubawa sudah sebulan dikeningku.
Teruntuk dirinya yang tak lagi sehangat fajar dan tak lagi seterang sang surya. 

Peristiwa Senin 13 Februari hingga Senin 13 Maret ditahun yang sama. Ingatku tak pernah surut perihal dirimu yang setiap inci akan kuhapus dengan waktu.

Rindu tak lagi menarik tuk menantimu sebab perkara merindu milik orang tak layak tuk kurindukan. Dirimu tak pernah kusalahkan dalam cantiknya skenario rasa kala itu.

Kau cukup tahu bahwa tuhan menempatkan rasa jadi asa bila tak berasa hanya satu perasa. Itu aku. 

  • 13 –

Kemampuan untuk berjuang bukanlah sesuatu yang bisa diajarkan.Itu adalah sesuatu yang kau temukan sendiri.

Setelah jatuh berkali-kali dan mencoba berdiri tegap sekali lagi. Dititik ini kau akan tersenyum dan mengingat semuanya. -sendiri-

• • • 

Kita adalah manusia yang sangat riskan untuk jatuh dan tersungkur ketika dihadapkan pada suatu masalah, #cinta salah satu diantaranya. Dan itu memang benar adanya. 

Kalian bukan manusia jika memandang rasa hanya mengandalkan kalimat kekinian yang kalian sebut (lebay/alay) kalian sebenarnya rapuh merasa kuat dibalik kata itu !

Imajiku terbuka membawa kata langit.Gerimis sendu jatuh lembut membawa seraut wajah pada rembulan sejak terakhir kuingat senyum terakhirmu
Semilir angin 

Mendesah pada semua inderaku

Memaksaku mengingatmu 

Pelupa itu aku tapi melupakanmu itu bukan aku.
Aku cuma manusia yang tunduk pada perintah alam.

Seberapa bagus aku lahir tanpamu.

Seberapa hebat aku menjalani kehidupan tanpa sosokmu.

Dan 

Seberapa tangguh aku sebagai lelaki yang kau realisasikan dengan cukup tangguh melahirkanku bertaruh nyawa dihadapan tuhan kala itu.

-anakmu-

Yang hilang dalam api akan ada dalam bara yang tak kau cari akan kau temukan dalam abu.Hingga abu menjadikanku orang yang kubenci,harus menerima sirna terhempas angin dan hilang,sepi sekali lagi. 

-hilang- 

Selamat Pagi. Dan Hujan Yang Tak Kunjung Menyambangi Peralihan Musimnya.

Dan Buku Yang Tak Pernah Habis Makna Historisnya.

Dan Segelas Teh Yang Menghangatkan Rindu Beku Pejuangnya.
Sekepal Hal yang dirimu sukai dan tak bisa lari dari waktu. 

Tak perlu waktu banyak yang kuhabiskan tuk mengingat hal yang istimewa tentang huruf A yang dirimu miliki dari tuhan lewat perantara kedua orang tuamu.

-tersesat pagiku-

Tentang senja yang menggoda perjalanan pulangku.Menggoda ingatanku yang tak lari darimu. 

Meski tenggelam dengan namamu setidaknya aku masih memperjuangkan warna jingga indah yang ada padamu.

Ingatlah kataku ini “Surya tak lupa dan tak benci dinginnya rembulan. Rembulan pun tak lupa dan tak benci atas hangatnya sang surya”

A

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑