Cukup satu.

Cukup Satu kenangan yang kau sisakan untukku.

Cukup Satu hari bersamamu melihat senyummu dimendungnya langit bulukumba kala itu.

Geliat tawamu diantara keramaian apparalang siang itu membuat mataku hanya melihat satu wanita pemalu yang sedang riang bercengkrama.

Bahasa senyummu sore itu antara pandang mataku dan matamu dibibir pantai seperti sebuah panggilan bagiku.
– Cukup satu –

Advertisements