Tiba-tiba saja datang. 

Mengungkap ingin membungkam. Setelah hilang diantara antah berantah aku hilang arah. 

Kau datang diwaktu yang memang salah dan kaupun hilang demikian. 

Disaat ku tersungkur butuh seseorang,aku hanya tinggal merenungi entah kesalahan apa yang kubuat. Kau salah telah hilang, kau salah telah datang dan rasaku benar tapi itu kemarin, pada waktu-waktu yang tak kau hargai,yang tak kau terima keberadaannya bahwa aku, aku sekali lagi aku. Aku ada dan kau kemana ?… 

Kau adalah masa lalu bagi seseorang yang pernah dekat denganmu,aku adalah masa lalu yang pernah kau dekati dan sekilas mengucap rindu pada aksara digital kemarin. 

Aku benci spesies sepertimu. Seperti aku barang murah yang gampang kau bayar dengan kalimat rindu. Rinduku kemarin kau kemanakan ?… 

Kecewaku mungkin akan mahal jika diuangkan, dan kubeli berapa banyak rindu yang kuperlukan dari perempuan-perempuan seperti dirimu yang menganggap rindu hanya bualan mulut lelaki saja. Aku memang tidak banyak berjuang untukmu tak seperti aku berjuang pada jarak, sepanjang 186km dan menunggu 57 hari hingga pudar,semuanya membuatku tersungkur lagi dan lagi saat mengingatnya. Karena ucap rindumu membuat kecewa-kecewa kemarin berani muncul mengganggu ingatan. Tolong menjauhlah wahai sang penebar skenario masa lalu,sebab aku sedang berjuang melupa dan menghapus. Berjuang itu susah, sangat susah. Jangan muncul & mengganggu yang telah kuupayakan ada. Karena keadaan sulit untuk diadakan. 

-sontak berontak untuk rindu yang kotak-

Inisial13.wordpress.com 

Advertisements